Soal Rencana Trump, Warga Gaza melakukan aksi penolakan atas pengumuman rencana damai

31 January 2020 110 Viewed

Warga Palestina di sejumlah daerah melakukan aksi penolakan atas pengumuman rencana damai yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Salah satu isi rencana damai tersebut adalah menjadikan Yerusalem sebagai Ibu kota Israel dan Yerusalem Timur untuk Ibu kota Palestina.

Tak lama setelah pengumuman Trump itu, masjid-masjid di Tepi Barat menyerukan panggilan untuk berdoa sebagai langkah penolakan atas kesepakatan tersebut.

Di Ramallah, banyak warga yang turun ke jalan untuk mengecam rencana itu, sementara ratusan lainnya terus berdemo di Gaza.

"Palestina tidak dijual," teriak para demonstran dengan membakar foto-foto Trump, dilansir dari Aljazeera (29/1/2020).

Mereka menganggap, rencana tersebut mengabaikan hak-hak warga Palestina dan melanggar semua perjanjian internasional, terutama berkaitan dengan Yerussalem.

Penolakan di Kota-kota Palestina

Di Kota Tulkarm, para demonstran menyerukan aksi mogok masal pada Rabu (29/1/2020) kemarin.

Sementara itu, para demonstran di Kota Haifa turun ke jalan dengan membawa spanduk sejumlah spanduk penolakan.

"Oke untuk persatuan negara, cukup untuk perjanjian Oslo dan konspirasi abad ini tak akan bisa melewati Haifa" tulis para demonstran.

Selain tiga kota itu, sejumlah aksi penolakan juga terjadi di beberapa kota lain seperti Kota Jenin, Nablus, al-Bireh, Qalqilyah, al-Eizariya dan Baethlehem.

Namun, aksi protes tersebut juga mendapat perlawanan dari pasukan pendudukan Israel yang menembakkan peluru karet dan gas air mata.

Organisasi Bulan Sabit Palestina mengatakan, sebanyak 22 demonstran mengalami luka-luka di al-Eizariya.

Penolakan di Sejumlah Negara Kawasan

Di Yordania, sejumlah partai dan kelompok masyarakat melakukan aksi protes di depan Kedutaan Besar Amerika di Amman untuk menolak langkah Trump.

Para pengunjuk rasa mengecam rencana itu dan menyebutnya sebagai bias Amerika atas pendudukan Israel.

Mereka juga menganggap rencana tersebut dapat merampas hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Di Turki, para demonstran memenuhi jalan dapan Kedutaan AS di Ankara dan Konsulat AS di Istanbul.

Mereka juga membawa spanduk yang bertuliskan "Yerussalem untuk umat Muslim" dan "Kami berdisi bersama Palestina".

Para pengunjuk rasa di depan Konsulat AS di Ankara juga menyampaikan pidato penolakannya.

"Rencana tersebut untuk memuluskan proyek Israel Raya di Timur Tengah yang telah dirancang satu abad silam," kata salah seorang pendemo.


Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2020/01/31/073200165/soal-rencana-trump-warga-gaza--palestina-not-for-sale-?utm_source=LINE&utm_medium=today&utm_campaign=messaging

TAGS:

Connected with us

@cityradio959

Contact us

Phone+6261 6622 628 (Kantor)
+6261 6622 629 (Studio)
Mobile, Whatsapp, Line+62819 888 959
LocationJl. Pembangunan I No. 6
Krakatau, Medan - 20238