10 Fakta Kisah Horor KKN di Desa Penari

30 August 2019 1416 Viewed

Salah satu matakuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa sebagai syarat kelulusan adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau biasa dikenal dengan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat pada waktu dan daerah tertentu. Pelaksanaan kegiatan KKN umumnya dilakukan satu sampai dua bulan sesuai dengan sistem perkuliahan mahasiswa.

Tujuan adanya kegiatan KKN agar mahasiswa memiliki kesan yang menarik dan pengalaman, namun beda halnya dengan akun twitter anonim @SimpleM81378523 yang menceritakan pengalaman horror saat melakukan KKN bersama teman-temannya di suatu desa yang disebut Desa Penari. Cerita ini sampai viral karena dibahas oleh YouTuber Raditya Dika. Kira-kira bagaimana fakta sebenarnya dari cerita horror KKN tersebut? Simak dibawah ini ya!

1. Bermula dari cerita yang ditulis di Twitter

Cerita yang berjumlah ratusan tweet di Twitter tentang pengalaman KKN di Desa Penari, ditulis selama 11 hari dari tanggal 24 Juni 2019 dan selesai tanggal 5 Juli 2019 oleh akun anonim @SimpleM81378523 yang sengaja namanya untuk disamarkan. 

Akun Simple Man sempat mengatakan bahwa awalnya, cerita yang mengkisahkan teman-temannya ini tidak disetujui jika disebarkan, namun karena ingin memberikan pelajaran kepada masyarakat, akhirnya ia membuka suara dan menceritakannya melalui tulisan sampai berbentuk thread di Twitter dan menyamarkan semua nama temannya, nama kampus, dan nama lokasi daerahnya. 

2. Kejadian Horor KKN Terjadi pada Tahun 2009

Awal dari cerita ini menjelaskan bahwa ada sekelompok mahasiswa yang melakukan KKN selama 6 Minggu di sebuah Desa. Mahasiswa ini terdiri dari nama samaran Widya, Nur, Bima, Ayu, Wahyu, dan Anton. 

Sebelum memutuskan untuk pergi KKN, ibu dari Widya sempat mengeluh sebab lokasinya yang tidak bagus untuk ditinggali oleh manusia. Namun akhirnya mereka berenam tetap berangkat menggunakan mobil elf  menempuh sampai 4-5 jam kemudian dijemput pakai motor oleh masyarakat dari desa.  

Setelah sampai di tempat tujuan, Widya disambut oleh nyanyian dan nada dari gamelan yang bertanda bahwa kejadian buruk akan datang. 

3. Terdapat Dua Versi Cerita

Cerita horor ini sebenarnya ada dua versi dari pandangan cerita Widya dan versi cerita Nur. Namun konon, cerita Widya lebih seram dibandingkan kisah Nur. Sebab, Widya memiliki sensitivitas yang lebih tentang hal-hal mistis dan Nur hanya bisa merasakan hal-hal alam gaib. 

4. Desa ini Berisi Banyak Kuburan dan Penuh Sesajen Ditambah Bau Kemenyan

Seharusnya untuk perjalanan ke desa hanya memakan waktu 30 menit namun yang dirasakan oleh Widya bahwa ia merasakan selama 1 jam dan sepanjang jalan melihat ada perempuan yang menari di pinggir hutan. 

Tempat lokasinya juga terdapat banyak kuburan yang ditutup nisannya oleh kain hitam dan di sampingnya ada sesajen. Pak Prabu, masyarakat desa, mengatakan bahwa hal ini bertujuan agar masyakarat yang tinggal mengetahui keberadaan makam. 

Namun disindir oleh Wahyu dan Anton bahwa"orang bodoh juga bisa membedakan kuburan dan lapangan bola"  dan Pak Prabu membalasnya"semoga kamu tahu apa yang kamu omongkan ya"  tulis akun @SimpleM81378523 di Twitter. 

5. Di Setiap Rumah Tidak Ada Kamar Mandi

Saat mereka ingin menuju ke kamar mandi, ternyata di desa tersebut tidak ada kamar mandi di setiap rumah, melainkan harus ke bilik atau sinden yang berisi air untuk pemandian dan ada beberapa sesajen. 

Ketika salah satu orang mandi, yaitu Widya, ia diikuti dan diperhatikan dari ujung rambut sampai kaki oleh seorang perempuan cantik. Momen inilah awal mereka diganggu oleh makhluk halus. 

6. Ini Momen yang Menyeramkan dari Cerita Horor KKN

Salah satu mahasiswa yang bernama Widya melihat temannya Nur yang keluar dari kamar kemudian menari-nari dan ada suara gamelan kemudian Widya menyuruh Nur untuk berhenti.

Namun Nur malah berubah seperti sosok perempuan yang menyeramkan dan bola mata keseluruhannya bewarna hitam. Mengetahui hal ini Widya teriak ketakutan. Kemudian Wahyu datang dan mengatakan bahwa selama ini Widya-lah yang menari bukan Nur. 

7. Ternyata, Widya Diikuti oleh Penunggu Desa yaitu, Seorang Penari

Widya dan teman-temannya mencoba pergi ke orang pintar dan meminum secangkir kopi yang bertujuan untuk memanggil para lelembut (hantu) dan jika seorang manusia meminum kopi ini akan merasakan pait dan tidak akan bisa menelannya.

Jika seorang hantu yang meminum maka kopi tersebut akan terasa manis. Hal ini dirasakan oleh Widya bahwa saat ia meminum kopinya, ia merasakan kopinya manis dan ternyata, benar kalau Widya sedang diikuti oleh hantu penunggu desa. 

8. Tidak Cuma 6 mahasiswa, Tapi Berjumlah 14 Orang yang Ikut KKN di Desa Penari

Awal cerita, akun anonim di Twitter tersebut hanya menceritakan 6 orang yang mengikuti kegiatan KKN di Desa Penari. Namun ternyata pada 26 Agustus 2019, akun tersebut mengatakan bahwa tidak hanya 6 orang yang mengalami hal ini, melainkan ada 14 orang. Alasannya, ia hanya ingin mempersingkat cerita, dan ia memohon maaf kepada para pembaca di Twitter karena telah membagikan informasi yang salah

9. Ada Beberapa Tempat yang Dilanggar

Ternyata ketika mereka memasuki daerah di Desa Penari ini, ada beberapa yang tidak boleh dijelajahi salah satunya tempat Sinden (tempat mandi penari sebelum tampil untuk manggung). Namun ternyata dipakai Bima dan Ayu untuk melakukan hal-hal yang seronok dan mengharuskan Bima menikahi seorang penunggu dari desa yang berbentuk ular guna bertanggung jawab.

Tetapi, hal yang paling mengejutkan adalah bahwa ternyata Bima dan Ayu meninggal setelah 3 bulan Bima mengalami kejang-kejang dan Ayu tidur dengan keadaan mata terbuka. 

10. Pesan dari Cerita Horor KKN di Desa Penari

Cerita viral mengenai KKN di Desa Penari ternyata memberikan banyak pesan seperti kita seharusnya menjaga tata krama ketika memasuki daerah manapun, menjaga sikap, perkataan apapun yang memang memberikan makna seronok kepada tuan rumah dan masyarakat di sana. Terakhir, jangan melakukan kesalahan sekecil apapun. 

Untuk kamu yang ingin melihat cerita lengkapnya bisa langsung baca di ke akun Twitter @SimpleM81378523 dan menonton video YouTubenya Raditya Dika di bawah ini ya.

Semoga cerita ini memberikan kamu pelajaran mengenai adat dan tata krama di suatu daerah tertentu. 


Sumber : POPBELA.com

 

Reporter

TAGS:

Connected with us

@cityradio959

Contact us

Phone+6261 6622 628 (Kantor)
+6261 6622 629 (Studio)
Mobile, Whatsapp, Line+62819 888 959
LocationJl. Pembangunan I No. 6
Krakatau, Medan - 20238